Kompas TV nasional berita kompas tv

Perludem: Ada Kepentingan Lanjutkan Kekuasaan Politik

Kamis, 24 September 2020 | 21:27 WIB

KOMPAS.TV - Para epidemiolog dunia sudah memprediksi dan mewanti-wanti pemerintah soal penanganan corona di Indonesia dikatakan jauh dari bisa dikendalikan.

Tetapi, sebetulnya, mengapa para elit politik termasuk pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin ingin pilkada tetap digelar?

Menurut Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, sulit tidak menilai ada kepentingan anak dan menantu presiden dan wakil presiden berkompetisi di Pilkada 2020.

Selain itu, elit partai juga ingin mengamankan posisi politik menguasai wilayah yang kini diwakili kepala daerah yang memimpin.

Bahkan, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menilai pemerintah dan DPR tidak punya empati.

Jadi, mungkin publik harus siap-siap kecewa karena segala upaya sudah mengingatkan Presiden Jokowi dan elit partai politik.

Namun, suara dan keselamatan publik bisa diabaikan demi kepentingan politik dengan tetap menggelar pilkada pada 9 Desember 2020 di tengah kasus corona yang makin meningkat.

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar kamu semua tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. Subscribe juga channel YouTube Kompas TV dan aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru langsung.

Editor : Christandi Dimas



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:38
ARMENIA DAN AZERBAIJAN SEPAKAT GENCATAN SENJATA DALAM KONFLIK NAGORNO-KARABAKH   SINGAPURA HENTIKAN PENGGUNAAN 2 VAKSIN INFLUENZA SKYCELLFLU QUADRIVALENT DAN VAXIGRIPTETRA   ISRAEL MULAI UJI COBA KANDIDAT VAKSIN KORONA POTENSIAL TERHADAP MANUSIA PADA 1 NOVEMBER 2020   TIONGKOK GELAR TES KORONA SECARA MASSAL TERHADAP 4,75 JUTA WARGA XINJIANG SETELAH ADA 137 KASUS KORONA BARU   KEMENAG TENGAH MENYUSUN ATURAN BEBAS KORONA BAGI CALON JEMAAH UMRAH ASAL INDONESIA   POLRI SELIDIKI OKNUM BRIMOB YANG JADI PEMASOK SENJATA KELOMPOK KRIMINAL BERSENJATA (KKB) PAPUA   JENAZAH STAF KPU WONOGIRI YANG DITEMUKAN DI KAMAR HOTEL SOLO DIBAWA KE RSUD DR MOEWARDI SOLO UNTUK DIOTOPSI   SEORANG STAF KPU WONOGIRI DITEMUKAN MENINGGAL DI DALAM KAMAR HOTEL DI SOLO, JAWA TENGAH   KPU KOTA SEMARANG SEDIAKAN 3.447 ALAT BANTU HURUF BRAILE UNTUK PEMILIH PENYANDANG TUNANETRA   SEORANG ISTRI POLISI DI PENAJAM PASER UTARA, KALTIM, JADI TERSANGKA KASUS INVESTASI BODONG & ARISAN DARING RP 200 JUTA   DINKES CILACAP, JAWA TENGAH: 489 DARI 502 SANTRI DI CILACAP SEMBUH DARI KORONA    DEBAT PILKADA BALIKPAPAN, KALTIM, DIBATALKAN KARENA KETUA KPU BALIKPAPAN NOOR TOHA POSITIF TERINFEKSI KORONA   PT KAI: 83.000 TIKET KERETA API TERJUAL UNTUK LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER 2020   PRESIDEN JOKOWI RILIS ATURAN BARU PENGELOLAAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) DEMI TEKAN PUNGLI