Kompas TV klik360 internasional

Negara-Negara yang Sepakat Tunda Pemilu Karena Pandemi Covid-19

Kamis, 24 September 2020 | 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Wabah virus Corona membuat sejumlah Negara pusing dalam berbagai hal. Salah satunya adalah penyelenggaraan Pemilu.

Ada beberapa Negara yang seharusnya menyelenggarakan Pemilu di Tahun 2020 ini. Namun, mereka memilih untuk menundanya karena adanya Pandemi Covid-19 dan memikirkan dampak dari penyebaran virus ini jika adanya Pemilu.

Lalu, Negara mana saja yang menunda Pemilu

BOLIVIA

Bolivia seharusnya menyelenggarakan Pemilu pada Mei 2020, namun pemerintah terpaksa menundanya hingga 18 Oktober 2020 karena pandemic Corona.

Hal ini setelah adanya peringatan dari ahli medis akan adanya puncak pandemi pada akhir Agustus atau awal September.

Jika ada, putaran kedua akan berlangsung pada 29 November 2020.

SELANDIA BARU

Harusnya Selandia Baru menyelenggarakan Pemilu pada 19 September 2020, namun ditunda menjadi 17 Oktober 2020.

"Tanggal baru akan memungkinkan para partai untuk menyesuaikan rencana dengan berbagai keadaan yang akan dihadapi selama kampanye", kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dikutip BBC (17/8/2020).

Editor : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:44
WEBINAR KOMPAS INSTITUTE "INVESTASI KALA RESESI" BERSAMA MOHAMAD ANDOKO. DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO TERIMA ANUGERAH “RISING STAR OF DEMOCRACY”   MAKI NILAI VONIS PENJARA SEUMUR HIDUP DALAM KASUS KORUPSI DI ASURANSI JIWASRAYA BISA BERI EFEK JERA BAGI KORUPTOR   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: IZIN USAHA PENGOLAHAN KOMODITAS PERIKANAN SEMAKIN MUDAH DAN CEPAT   SATGAS COVID-19 LUNCURKAN SISTEM PEMANTAU KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN SECARA ”REAL-TIME”   SATGAS COVID-19 LUNCURKAN SISTEM BERSATU LAWAN COVID-19 UNTUK OPTIMALKAN OPERASI YUSTISI   CEGAH PRAKTIK PENYIMPANGAN KOPERASI, KEMENKOP DAN UKM MULAI TERAPKAN REFORMASI SISTEM PENGAWASAN KOPERASI   BAWASLU RIAU AWASI KETAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT KAMPANYE   PT PUPUK INDONESIA TELAH SALURKAN 69 JUTA TON PUPUK BERSUBSIDI KEPADA PETANI   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: APLIKASI SIPETAK UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA PENGELOLAAN TAMBAK   KEPALA PUSKESMAS KELURAHAN PISANGAN MINTA 103 WNA PENCARI SUAKA YANG MENUNGGU HASIL TES USAP ISOLASI MANDIRI   MENKOMINFO: HAK ATAS KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN BERPENDAPAT DI INDONESIA MEMILIKI BATAS YANG HARUS DIPATUHI   POLRI SEBUT OPERASI YUSTISI EFEKTIF TERTIBKAN MASYARAKAT PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   MENLU RETNO MARSUDI DORONG PERUSAHAAN AMERIKA SERIKAT BERINVESTASI DI INDONESIA