Kompas TV nasional sapa indonesia

Masker Scuba dan Buff Dinilai Tidak Efektif Cegah Penularan Corona, Ini Penjelasan Ahli

Sabtu, 19 September 2020 | 22:50 WIB

KOMPAS.TV - Penegakan kedispilinan warga, menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan covid 19 semakin ketat.

Razia gabungan di Menteng Jakarta Pusat ini menemukan sejumlah warga yang tak menggunakan masker dengan benar. 

Pelarangan jenis masker scuba dan buff juga mulai diterapkan karena dinilai tidak efektif mencegah virus. 

Erlina Burhan, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan dokter paru indonesia menyebut, kemampuan masker skuba dan buff menyaring partikel berbahaya hanya 5 persen. 

Larangan masker scuba dan buff juga mulai diberlakukan Pemprov Jawa Barat dalam razia di Kabupaten Bogor .

Masker scuba yang dilarang terbuat dari bahan neoprene elastis dengan ukuran pori 30 hingga 40 mikron.

Ukuran pori masker ini akan melebar saat direnggangkan dan memecah droplet ke udara sekitar.

Pada 9 September lalu, Satgas Covid 19 mengungkap pemerintah tengah menyiapkan masker INA united.

Masker ini terbuat dari bahan polyester 5 lapis dan diklaim mampu menyaring virus 80 hingga 90 persen dan bakteri 95 hingga 98 persen. 

Sedangkan pada 15 September lalu, Juru Bicara Satgas Covid 19 Wiku Adisasmito, mengungkap masker kain cukup baik menyaring udara berlapis 3. 

Simak dialog selengkapnya bersama Dirjen Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, Ketua IDI DKI Jakarta, Slamet Budiarto, Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Muhammad Nasir
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:30
KANTOR PEMKAB KENDAL, JAWA TENGAH, DITUTUP SEMENTARA SETELAH 8 ASN TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   KADIV HUMAS POLRI: BRIGJEN EP TELAH DISANKSI NON-JOB SAMPAI PURNA   KADIV HUMAS POLRI UNGKAP BRIGJEN EP YANG DIDUGA TERLIBAT DALAM KASUS LGBT SUDAH DIBERI SANKSI PROPAM SETAHUN LALU    MENKO POLHUKAM SEBUT HASIL INVESTIGASI TGPF DIDUGA ADA KETERLIBATAN APARAT MENGENAI TERBUNUHNYA PENDETA YEREMIA   HASIL INVESTIGASI TGPF, MENKO POLHUKAM: ADA DUGAAN KETERLIBATAN KKB DALAM PEMBUNUHAN 2 APARAT & WARGA SIPIL DI PAPUA   POLRI BANTAH ANGGOTA BRIMOB MENYAMAR SEBAGAI MAHASISWA DAN DITANGKAP POLISI DALAM UNJUK RASA DI JAMBI   PENGADILAN TINGGI JAKARTA PERBERAT HUKUMAN KORUPTOR DANA HIBAH KONI MIFTAHUL ULUM DARI 4 JADI 6 TAHUN PENJARA   TERPIDANA KASUS PERINTANGAN PENYIDIKAN KASUS KTP-EL, FREDRICH YUNADI, AJUKAN PK KASUSNYA KE PN JAKPUS   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA KEPALA DAERAH MAKSIMALKAN PENCEGAHAN "STUNTING" MESKIPUN PANDEMI COVID-19   KEPALA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI SEBUT 3 KAMERA PENGINTAI MACAN TUTUL HILANG DICURI   UU CIPTA KERJA DIPROTES, MENKO POLHUKAM: YA TIDAK APA-APA, NEGARA INI TETAP HARUS JALAN   JEPANG SEBUT NEGARANYA BERI PINJAMAN INDONESIA RP 7 TRILIUN UNTUK TANGGULANGI BENCANA   WALI KOTA SALATIGA, JATENG, WAJIBKAN PEMUDIK YANG DATANG KE WILAYAHNYA BAWA SURAT HASIL TES CEPAT COVID-19   KPAI MENGATAKAN ADA 171 PELAJAR YANG DITANGKAP POLDA METRO JAYA KARENA IKUT UNJUK RASA TOLAK UU CIPTA KERJA