Kompas TV nasional sapa indonesia

Waspada Mutasi Virus Corona, Bisa Lebih Menular?

Sabtu, 19 September 2020 | 14:46 WIB

KOMPAS.TV - Temuan mutasi virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia yang disebut D614G menimbulkan pertanyaan apakah benar mutan virus ini lebih berbahaya daripada strain sebelumnya.

Mutan D614G atau juga disebut G614 awalnya terdeteksi di Eropa pada Februari 2020 dan diketahui telah masuk ke Indonesia setidaknya sejak bulan Maret atau April 2020.

Menurut penelitian, mutasi virus D614G ditemukan pada 60 persen sampel virus yang ada di Indonesia dengan kemampuan penyebaran atau penularannya 10 kali lipat dibanding jenis lain.

Meski 10 kali lipat lebih menular, temuan ini baru sebatas pengamatan di laboratorium. Belum ditemukan bukti pada penularan antar manusia.

Serta juga belum dapat disimpulkan secara ilmiah apakah strain mutan virus corona D614G mampu memperparah sakit yang dialami pasien atau tidak.

Dampak mutasi virus corona perlu diteliti lebih lanjut. Selain untuk memastikan tingkat bahayanya terhadap manusia, penelitian berkait langsung maupun tidak langsung dengan pengembangan vaksin.

Sembari menanti hasil riset yang panjang, alangkah lebih bijak lagi jika seluruh unsur masyarakat tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan corona.

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar kamu semua tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Editor : Christandi Dimas



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:47
MENTERI PPPA DORONG PEREMPUAN TERLIBAT DAN KAWAL PROSES PILKADA SERENTAK 2020   PEMPROV BANTEN PERPANJANG PSBB DI TANGERANG SELATAN SELAMA SATU BULAN   KEMENDESA PDTT TARGETKAN PENDIRIAN 5.300 LEMBAGA KEUANGAN DESA HINGGA 2022   MENKES: TINGKAT KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 DI INDONESIA MELAMPAUI PERSENTASE KESEMBUHAN SECARA GLOBAL   SATGAS PEN: BANTUAN SUBSIDI UPAH PEKERJA YANG BERPENGHASILAN DI BAWAH RP 5 JUTA GELOMBANG DUA CAIR NOVEMBER-DESEMBER   CEGAH BANJIR, KAMPUNG SEPATAN, JAKARTA UTARA, BUAT KOLAM RETENSI SEPANJANG 400 METER DAN KEDALAMAN 6 METER   POLISI PERIKSA PENGEMBANG MELATI RESIDENCE TERKAIT KASUS TURAP LONGSOR DI CIGANJUR   JAKSA PENUNTUT UMUM MINTA MAJELIS HAKIM PENGADILAN TIPIKOR JAKARTA TOLAK EKSEPSI JAKSA PINANGKI   KETUA SATGAS PEN SEBUT SERAPAN ANGGARAN PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL BELUM CAPAI 50 PERSEN   PT BIO FARMA BANTAH HARGA VAKSIN COVID-19 SINOVAC UNTUK INDONESIA LEBIH MAHAL DARI BRASIL   KETUA TGPF BENNY MAMOTO UNGKAP HINGGA KINI BELUM ADA SAKSI MATA DALAM KASUS PENEMBAKAN PENDETA YEREMIA   BAWASLU KALIMANTAN BARAT TEMUKAN 12 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DI PILKADA 2020   KETUA DPR PUAN MAHARANI: PILKADA PENTING DIGELAR DEMI PASTIKAN PENANGANAN COVID-19 DI DAERAH TERLAKSANA DENGAN BAIK   MENPAREKRAF WISHNUTAMA KUSUBANDIO: PROTOKOL KESEHATAN KUNCI BANGKITNYA PARIWISATA