Kompas TV regional berita daerah

Bacalon di Pilkada Banjar Keluar Daerah Saat Berstatus Positif Covid-19, Pengamat Sebut Pelanggaran

Kamis, 17 September 2020 | 17:53 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Sikap bakal calon pasangan Andin Sofyanoor yang bertolak ke Jakarta untuk uji swab ulang secara mandiri lantaran tidak percaya dengan hasil pemeriksaan kesehatan yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum, dinilai pengamat politik Muhamad Uhaib As'ad sudah melanggar aturan.

Meski niatnya ingin mencari kebenaran dan dari hasil swab di Jakarta dinyatakan negatif, berbeda dengan hasil positif  Covid-19 yang dikeluarkan hasil uji swab RSUD Ulin Banjarmasin yang digunakan pihak KPU dalam tahapan pendaftaran bakal calon peserta pilkada 2020. Sebab seharusnya ia menjalani karantina.

Dengan kasus yang pertama kali terjadi ini, uhaib meminta pihak terkait menjadikannya sebagai pelajaran.

Baca Juga: Bakal Calon Bupati di Pilkada Banjar Membantah Positif Covid-19 dan Tunjukkan Hasil Tes Tandingan

Terutama pihak Rumah Sakit agar lebih teliti dan berhati-hati mengecek hasil uji swab dan agar Komisi Pemilihan Umum  tidak tergesa mengumumkan hasil tes. Sehingga menimbulkan beragam pandangan berbeda dihadapan publik.

"Semua harus mematuhi pemerintah, bahwa orang yang terpapar Covid-19 tetap harus diisolasi dan tidak boleh keluyuran kemana-mana. Apalagi ada sejumlah calon pejabat atau pengusaha yang masih bisa melakukan akselerasi keluar dari rumah. Pertanyaannya adalah dimana rasa keadilan itu. Masyarakat juga butuh kehidupan, tapi harus melakukan isolasi," ucap Muhammad Uhaib As'ad kepada jurnalis kompas.tv.

Baca Juga: Minta Bapaslon Patuh Jalani Karantina, KPU Banjar Pastikan Tak Pakai Hasil Swab Tandingan

Di sisi lain, jika rapid test maupun swab terakhir, masih menjadi syarat menaiki angkutan pesawat untuk keluar daerah  tentunya menjadi pertanyaan besar karena Andin Sofyanoor tetap dapat bertolak ke Jakarta setelah dinyatakan positif Covid-19.

Editor : KompasTV Banjarmasin



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:41
KASAD DUKUNG PENUH PROGRAM KETAHANAN PANGAN MENTERI PERTANIAN SYAHRUL YASIN LIMPO   SEBANYAK 5 WARGA SIPIL TEWAS AKIBAT SEBUAH SERANGAN ROKET DI DEKAT BANDARA BAGHDAD, IRAK   AZERBAIJAN DAN ARMENIA SALING TUDING MENGERAHKAN ARTILERI BERAT DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH NAGORNY KARABAKH   PBB SEBUT ISRAEL TELAH HANCURKAN LEBIH DARI 500 BANGUNAN PALESTINA DI TEPI BARAT DAN JALUR GAZA PADA TAHUN INI    SEBANYAK 125 PRAJURIT TNI AD JALANI LATIHAN BERSAMA DI AS UNTUK TINGKATKAN HUBUNGAN MILITER DENGAN US ARMY   BADAN NASIONAL PENGELOLAAN PERBATASAN: ADA 29 TITIK LINTAS BATAS TAK RESMI RI-MALAYSIA DI KALIMANTAN BARAT   WALI KOTA TEGAL TERBITKAN SURAT EDARAN UNTUK MENUTUP SEMENTARA TEMPAT WISATA HINGGA KARAOKE SELAMA OKTOBER 2020   WHO BERENCANA LUNCURKAN 120 JUTA TES CEPAT KORONA KE NEGARA MISKIN    KETUA DPR PUAN MAHARANI: JIKA HARGA TES USAP TURUN, MASYARAKAT BISA TERDORONG MELAKUKAN TES MANDIRI   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PEMERINTAH TURUNKAN HARGA TES USAP SEBAGAI LANGKAH PENANGANAN PENYEBARAN COVID-19    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.540 ORANG: 1.113 SEMBUH, 122 MENINGGAL DUNIA, 305 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 497 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 3.276.402 SPESIMEN HINGGA 29 SEPTEMBER 2020   HINGGA 29 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 132.496 ORANG