Kompas TV nasional hukum

Bareskrim Polri Menyimpulkan Ada Unsur Pidana di Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Kamis, 17 September 2020 | 17:31 WIB
bareskrim-polri-menyimpulkan-ada-unsur-pidana-di-kasus-kebakaran-gedung-kejaksaan-agung
Tampak gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang hangus terbakar (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Kasus kebakaran yang menimpa Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2020 lalu kini memasuki babak baru.

Bareskrim Polri yang sejak awal menangani kasus ini, memutuskan untuk meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, penyidik menduga ada unsur pidana dalam kasus kebakaran tersebut.

Baca Juga: Kerugian Kebakaran Kejaksaan Agung Ditaksir Rp1 Triliun

“Terkait peristiwa kebakaran gedung Kejagung, sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan unsur pidana,” kata Listyo Sigit di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (17/2020).

Listyo mengungkapkan, unsur pidana yang dimaksud sebagaimana tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyebutkan barangsiapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Editor : Tito Dirhantoro

1
2
3
4
5



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:43
KASAD DUKUNG PENUH PROGRAM KETAHANAN PANGAN MENTERI PERTANIAN SYAHRUL YASIN LIMPO   SEBANYAK 5 WARGA SIPIL TEWAS AKIBAT SEBUAH SERANGAN ROKET DI DEKAT BANDARA BAGHDAD, IRAK   AZERBAIJAN DAN ARMENIA SALING TUDING MENGERAHKAN ARTILERI BERAT DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH NAGORNY KARABAKH   PBB SEBUT ISRAEL TELAH HANCURKAN LEBIH DARI 500 BANGUNAN PALESTINA DI TEPI BARAT DAN JALUR GAZA PADA TAHUN INI    SEBANYAK 125 PRAJURIT TNI AD JALANI LATIHAN BERSAMA DI AS UNTUK TINGKATKAN HUBUNGAN MILITER DENGAN US ARMY   BADAN NASIONAL PENGELOLAAN PERBATASAN: ADA 29 TITIK LINTAS BATAS TAK RESMI RI-MALAYSIA DI KALIMANTAN BARAT   WALI KOTA TEGAL TERBITKAN SURAT EDARAN UNTUK MENUTUP SEMENTARA TEMPAT WISATA HINGGA KARAOKE SELAMA OKTOBER 2020   WHO BERENCANA LUNCURKAN 120 JUTA TES CEPAT KORONA KE NEGARA MISKIN    KETUA DPR PUAN MAHARANI: JIKA HARGA TES USAP TURUN, MASYARAKAT BISA TERDORONG MELAKUKAN TES MANDIRI   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PEMERINTAH TURUNKAN HARGA TES USAP SEBAGAI LANGKAH PENANGANAN PENYEBARAN COVID-19    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.540 ORANG: 1.113 SEMBUH, 122 MENINGGAL DUNIA, 305 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 497 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 3.276.402 SPESIMEN HINGGA 29 SEPTEMBER 2020   HINGGA 29 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 132.496 ORANG