Kompas TV klik360 cerita indonesia

Penyandang Tunanetra Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Sekitar

Kamis, 17 September 2020 | 15:19 WIB

KEDIRI, KOMPAS.TV - Mohammad Sugianto sibuk mempersiapkan produksi usaha mebelnya. Sugianto adalah seorang penyandang tunanetra yang tinggal di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi pria 40 tahun ini untuk tetap produktif.

Banyaknya penolakan kerja yang diterima Sugianto, membuat bapak 1 anak ini memutuskan untuk belajar seni ukir pada tahun 2010.

Setelah 2 tahun belajar, Sugianto memutuskan untuk memulai membuka usaha jasa ukir dan pahat.

Karena ketelatenan dan ketelitian yang dimilikinya, usaha jasa ukir Sugianto semakin dikenal orang. 

Sugianto mampu mendirikan usaha mebel dan bisa mempekerjakan 4 orang tetangganya. 

Selain pintu dan meja, usaha mebelnya juga memproduksi hiasan dinding dan ventilasi. 

Harga jual produknya bervariasi mulai dari 2 juta hingga 8 juta rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan ukiran. 

Produk Sugianto sudah terjual hampir ke seluruh Indonesia. Dalam sebulan, ia mampu mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah.

Sugianto berharap agar para penyandang difabel di luar sana tetap bisa berkarya dan mandiri seperti dirinya.


 

Editor : aryo bimo



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:47
KASAD DUKUNG PENUH PROGRAM KETAHANAN PANGAN MENTERI PERTANIAN SYAHRUL YASIN LIMPO   SEBANYAK 5 WARGA SIPIL TEWAS AKIBAT SEBUAH SERANGAN ROKET DI DEKAT BANDARA BAGHDAD, IRAK   AZERBAIJAN DAN ARMENIA SALING TUDING MENGERAHKAN ARTILERI BERAT DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH NAGORNY KARABAKH   PBB SEBUT ISRAEL TELAH HANCURKAN LEBIH DARI 500 BANGUNAN PALESTINA DI TEPI BARAT DAN JALUR GAZA PADA TAHUN INI    SEBANYAK 125 PRAJURIT TNI AD JALANI LATIHAN BERSAMA DI AS UNTUK TINGKATKAN HUBUNGAN MILITER DENGAN US ARMY   BADAN NASIONAL PENGELOLAAN PERBATASAN: ADA 29 TITIK LINTAS BATAS TAK RESMI RI-MALAYSIA DI KALIMANTAN BARAT   WALI KOTA TEGAL TERBITKAN SURAT EDARAN UNTUK MENUTUP SEMENTARA TEMPAT WISATA HINGGA KARAOKE SELAMA OKTOBER 2020   WHO BERENCANA LUNCURKAN 120 JUTA TES CEPAT KORONA KE NEGARA MISKIN    KETUA DPR PUAN MAHARANI: JIKA HARGA TES USAP TURUN, MASYARAKAT BISA TERDORONG MELAKUKAN TES MANDIRI   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PEMERINTAH TURUNKAN HARGA TES USAP SEBAGAI LANGKAH PENANGANAN PENYEBARAN COVID-19    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.540 ORANG: 1.113 SEMBUH, 122 MENINGGAL DUNIA, 305 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 497 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 3.276.402 SPESIMEN HINGGA 29 SEPTEMBER 2020   HINGGA 29 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 132.496 ORANG