Kompas TV entertainment lifestyle

Psikolog Akui Curhat di Medsos Dijadikan Konten untuk Raih Cuan Sudah Jadi Tren

Rabu, 16 September 2020 | 22:01 WIB
psikolog-akui-curhat-di-medsos-dijadikan-konten-untuk-raih-cuan-sudah-jadi-tren
Ilustrasi bikin konten (Sumber: Instagram)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di era teknologi yang sudah maju membuat tiap orang mudah untuk berkreasi. Termasuk juga dengan membuat konten menarik di sosial media. Uniknya jenis konten juga makin bervariasi, dari unsur komedi, kesedihan, dan banyak lagi.

Apalagi cuan yang dijanjikan dari aplikasi-aplikasi streaming seperti Tiktok, hingga yang terbaru Snack Video mengundang orang untuk semakin kreatif mengekspresikan dirinya.

Psikolog Erna Marina, M.Psi mengakui fenomena ini sudah menjadi tren seiring dengan majunya teknologi. Anak muda zaman sekarang memang memanfaatkan secara maksimal betul keunggulan media sosial, mendapatkan keuntungan hingga mengutarakan isi hati.

"Jika zaman dahulu biasanya anak menarik perhatian dengan ngambek merengek ke orangtua. sekarang mereka cenderung curhat di medsos karena merasa dengan di medsos akan banyak yang akan merespon isi hatinya. Mereka jadikan curhat sedih, bahagia, menjadi sebuah konten karena merasa ada perhatian di medsos," ujar Erna.

Erna mengakui selama ini banyak orang merasa ketika curhat dengan orang rumah, itu respon yang ia dapat berbeda ketika mereka curhat ke medsos. Curhat sekaligus bikin konten di medsos bahkan bisa meraup dua keuntungan yang semakin lama menjadi tren. Pertama diapresiasi netizen, kedua sukur-sukur dapat hadiah.

"JIka curhat di rumah, mereka hanya dapat omelan atau di respon tidak dengan segera. Sehingga seringkali mereka harus menahan semuanya sendiri. Nah banyak orang akan mengalami kepuasan jika sudah mengeluarkan unek-uneknya segera saat mereka mengalami masalah direspon cepat di medsos," lanjut Erna.

Menyikapi banyaknya konten orang curhat di medsos soal kesedihan, bahagia, lucu-lucuan ternyata dibenarkan oleh salah satu aplikasi video, kalau sebuah konten menarik itu memang ada hadiahnya.

Editor : Ade Indra Kusuma

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:06
GUBERNUR JATENG MINTA PENGELOLA BIOSKOP TUNDA OPERASI JIKA BELUM SIAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN KETAT   PDAM TIRTA AMERTA BLORA BERHENTI SUPLAI AIR BERSIH KE 12.000 SAMBUNGAN RUMAH AKIBAT SUNGAI BENGAWAN SOLO MENGHITAM   PERKANTORAN SWASTA DI BIDANG JASA KEUANGAN DI TIPES, SOLO, DITUTUP SEMENTARA KARENA 13 PEGAWAI POSITIF KORONA   PEMBUKAAN KEMBALI TEMPAT WISATA AIR DI KLATEN, JATENG, DI TENGAH PANDEMI KORONA TUNGGU SK BUPATI   JASA MARGA TARGETKAN PENDAPATAN BISNIS NON-TOL SENILAI RP 268,5 MILIAR HINGGA AKHIR 2020   SATPOL PP JAKARTA PUSAT MENINDAK 2.078 PELANGGAR YANG TIDAK MENGGUNAKAN MASKER SELAMA PSBB TRANSISI   GUBERNUR SUMBAR ANCAM ASN YANG LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DIKURANGI TUNJANGANNYA & DITUNDA KENAIKAN PANGKATNYA   KEMENKOMINFO BERKOLABORASI DENGAN 108 ORGANISASI GUNA BERI LITERASI RUANG DIGITAL BAGI MASYARAKAT   KPK DALAMI PERAN MANTAN DIRUT PERCETAKAN NEGARA ISNU EDHI WIJAYA DALAM KASUS KTP-EL   TGPF INTAN JAYA AKAN SERAHKAN HASIL INVESTIGASI LAPANGAN KE MENKO POLHUKAM MAHFUD MD PADA RABU, 21 OKTOBER 2020   KONTRAS: ADA 158 PELANGGARAN TERHADAP KEBEBASAN SIPIL DALAM 1 TAHUN PERTAMA PEMERINTAHAN JOKOWI-MA'RUF   KOMISIONER KPU HASYIM ASY'ARI MINTA PERSONEL KPU-BAWASLU BEKERJA SESUAI TUGAS & WEWENANG, BUKAN LAMPAUI KEWENANGAN   PEMERINTAH: HINGGA 19 OKTOBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 4.092.595 SPESIMEN   HINGGA 19 OKTOBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 162.410 ORANG