Kompas TV nasional berita kompas tv

Sangat Tidak Efektif! Pemerintah Imbau Warga Tak Lagi Pakai Masker Scuba

Rabu, 16 September 2020 | 21:02 WIB

KOMPAS.TV - Pasangan suami istri memprotes petugas gabungan, saat keduanya terjaring razia masker, di Jalan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pasangan ini tak terima terkena razia masker, karena mereka merasa selalu menggunakan masker setiap hari.

Namun, keduanya terjaring saat tengah mengobrol tanpa menggunakan masker dengan benar.

Saat hendak diberi sanksi sosial pun, keduanya mengaku terburu-buru, sehingga petugas menahan kartu identitas mereka.

Razia masker juga digelar di Jalan Raya Serang - Cilegon, Serang, Banten.

Tak hanya masyarakat umum, yang terjaring razia, seorang aparat pemerintah pun kedapatan tidak menggunakan masker hingga akhirnya diberi sanksi sosial berupa push up sebanyak 15 kali.

Razia ini menurut rencana akan dilakukan selama 22 hari ke depan, dengan fokus utama di daerah berbatasan.

Aman dan efektif, harus menjadi prioritas dalam memilih masker.

Masker scuba seperti ini, ternyata hanya lima persen efektif mencegah penularan Covid-19.

Ini disebutkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, yang mengimbau warga untuk tidak lagi mengenakan masker scuba.

Masker scuba hanya terdiri dari satu lapisan kain, sehingga tak efektif menyaring partikel virus.

Melihat hal ini, PT KCI kini juga mengimbau penumpang KRL tidak menggunakan masker scuba.

Pemilihan bahan masker yang baik juga harus selalu diikuti dengan pemakaian masker yang benar, setiap saat.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:18
MANCHESTER CITY RESMI PERKENALKAN RUBEN DIAS YANG DIREKRUT DARI KLUB PORTUGAL   14 ANGGOTA TIM DAN STAF GENOA POSITIF COVID-19, GELARAN LIGA ITALIA TERANCAM DITUNDA SELAMA DUA PEKAN   POSITIF COVID-19, BINTANG LIVERPOOL THIAGO ALCANTARA ABSEN MEMPERKUAT TIMNYA DALAM BEBERAPA LAGA KE DEPAN   TOTTENHAM HOTSPUR MELANGKAH KE PEREMPAT FINAL LIGA INGGRIS SETELAH MENANG ADU PENALTI 5-4 LAWAN CHELSEA   PEMPROV DIY PERPANJANG MASA TANGGAP DARURAT KORONA HINGGA 31 OKTOBER 2020   GUBERNUR BI PERRY WARJIYO: TRANSAKSI DIGITAL NAIK 37,8 PERSEN SELAMA PANDEMI   DPR SAHKAN UU APBN 2021, PERTUMBUHAN EKONOMI DITARGETKAN 5 PERSEN   MULAI 1 JANUARI 2021, TARIF METERAI NAIK MENJADI RP 10.000   GRAHA WISATA RAGUNAN, JAKARTA, SIAP TAMPUNG PASIEN ISOLASI MANDIRI KORONA   PERHIMPUNAN HOTEL DAN RESTORAN INDONESIA (PHRI): 20.000 PEGAWAI RESTORAN YANG BEKERJA DI MAL DIRUMAHKAN   IDI: 127 TENAGA KESEHATAN MENINGGAL AKIBAT TERINFEKSI KORONA   KPK TAHAN DUA TERSANGKA KASUS KORUPSI PROYEK JEMBATAN DI KAMPAR, RIAU   MENKO PMK: TINGKAT KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI PEKALONGAN HAMPIR 25 PERSEN, FASILITAS KESEHATAN HARUS DITAMBAH   KUNJUNGI RSUD BENDAN DI PEKALONGAN, MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MINTA PENANGANAN PASIEN COVID-19 DITINGKATKAN