Kompas TV nasional berita utama

Mengadu ke KompasTV, Nasabah AJB Bumiputera Curhat Polis Asuransi Tak Dibayar Sejak 2018

Sabtu, 12 September 2020 | 10:00 WIB
mengadu-ke-kompastv-nasabah-ajb-bumiputera-curhat-polis-asuransi-tak-dibayar-sejak-2018
Perwakilan dari nasabah AJB Bumiputera yang bercerita dan datang ke Kantor KompasTV, Jakarta (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah nasabah pemegang polis asuransi AJB Bumiputera yang tergabung dalam kelompok koordinasi se-Jabodetabek dan mewakili 500 polis (500 orang), beberapa waktu lalu mengunjungi KompasTV mengadu dan curhat akan adanya "masalah" dari AJB Bumiputera yang belum membayar uang klaim asuransi para nasabah ini.

Diketahui perwakilan nasabah yang menyebut dirinya sebagai "Korban gagal bayar AJB Bumiputera" ini datang ke Kompas.TV dan bercerita bahwa rata-rata pemegang polis ini sudah tak mendapat uang klaim asuransi sejak tahun 2018, 2019, hingga 2020. 

Mereka mengaku kerap di ping-pong oleh Bumiputera dan dijanjikan klaim akan terbayar namun tak ada kepastian kapan akan dibayar.

Nasabah AJB Bumiputera yang datang ke KompasTV (Sumber: KompasTV)

"Alasan kami bercerita soal ini karena kami pemegang polis sudah menunaikan kewajiban kami membayar premi. Saya pribadi sudah menjadi nasabah Bumiputera sejak 17 tahun yang lalu, Kami mewakili sekitar 500 pemegang polis gagal bayar yang jumlahnya selalu bertambah," buka Fien, Ketua kelompok koordinasi kepada wartawan KompasTV yang menerima sekira 5 orang tamu.

"Jadi saya ikut asuransi pendidikan sejak anak saya masih kecil. Kontrak asuransi pendidikan ini terikat sampai 17 tahun. Saya membayar sejumlah premi setiap bulan, benefitnya, anak kami yang didaftarkan mendapat sejumlah uang polis yang cair pada saat anak masuk SD, SMP, SMA, hingga terakhir itu di tahun ke-17 atau pas anak mau masuk kuliah. Nah, dana klaim polis dari SD hingga SMA cair, lancar, tidak ada kendala. Nah baru terkendala pas 2019 lalu dimana saya seharusnya sudah selesai kontrak dan harusnya keluarlah uang yang paling besar. Namun hingga saat ini klaim terakhir saya belum juga dibayar," beber Fien.

Tak hanya kepada media, Fien mengaku sudah berusaha mengadukan kasus gagal bayar para nasabah AJB Bumiputera ini kepada anggota DPR Komisi XI.

"Malah kita beberapa kali diundang di RDPU komisi XI, tapi sejauh ini belum ada jawaban pasti juga. Saya bingung harus mengadu dan menyelesaikan ini kemana," seru Fien.

Capture layar dari aplikasi BP Info (Sumber: KompasTV)

Editor : Ade Indra Kusuma

1
2
3



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:00
KASAD DUKUNG PENUH PROGRAM KETAHANAN PANGAN MENTERI PERTANIAN SYAHRUL YASIN LIMPO   SEBANYAK 5 WARGA SIPIL TEWAS AKIBAT SEBUAH SERANGAN ROKET DI DEKAT BANDARA BAGHDAD, IRAK   AZERBAIJAN DAN ARMENIA SALING TUDING MENGERAHKAN ARTILERI BERAT DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH NAGORNY KARABAKH   PBB SEBUT ISRAEL TELAH HANCURKAN LEBIH DARI 500 BANGUNAN PALESTINA DI TEPI BARAT DAN JALUR GAZA PADA TAHUN INI    SEBANYAK 125 PRAJURIT TNI AD JALANI LATIHAN BERSAMA DI AS UNTUK TINGKATKAN HUBUNGAN MILITER DENGAN US ARMY   BADAN NASIONAL PENGELOLAAN PERBATASAN: ADA 29 TITIK LINTAS BATAS TAK RESMI RI-MALAYSIA DI KALIMANTAN BARAT   WALI KOTA TEGAL TERBITKAN SURAT EDARAN UNTUK MENUTUP SEMENTARA TEMPAT WISATA HINGGA KARAOKE SELAMA OKTOBER 2020   WHO BERENCANA LUNCURKAN 120 JUTA TES CEPAT KORONA KE NEGARA MISKIN    KETUA DPR PUAN MAHARANI: JIKA HARGA TES USAP TURUN, MASYARAKAT BISA TERDORONG MELAKUKAN TES MANDIRI   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PEMERINTAH TURUNKAN HARGA TES USAP SEBAGAI LANGKAH PENANGANAN PENYEBARAN COVID-19    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.540 ORANG: 1.113 SEMBUH, 122 MENINGGAL DUNIA, 305 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 497 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 3.276.402 SPESIMEN HINGGA 29 SEPTEMBER 2020   HINGGA 29 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 132.496 ORANG