Kompas TV nasional kompas petang

Jokowi: Pelanggaran Protokol Covid-19 Tak Bisa Dibiarkan

Selasa, 8 September 2020 | 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo memberikan perhatian lebih terhadap pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan sejumlah pasangan calon dalam pilkada tahun ini.

Salah satu yang jadi sorotan presiden, adalah gelaran konser deklarasi salah satu paslon yang dihadiri oleh ribuan orang.

Dalam rapat terbatas di Istana Negara, presiden mengaku mengikuti perkembangan Pilkada.

Presiden menegaskan, tak ingin lagi ada konser deklarasi Paslon Pilkada yang disebutnya dihadiri ribuan orang.

Presiden berpesan, Pilkada 2020 tetap harus dilakukan dalam situasi pandemi. Sebab belum ada satu pun negara yang mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Sementara itu, pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menemukan titik terang. Pengujian vaksin masih dalam tahap uji klinis tahap 3.

Artinya, jika pengujian tahap tiga ini berhasil, diperkirakan pada Januari 2021 mendatang, vaksin tersebut baru bisa diberikan kepada masyarakat.

Belum ada yang tahu pasti kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

Sementara itu, 2020 adalah tahun  penting bagi demokrasi Indonesia, dimana Pemilihan Kepala Daerah serentak dilakukan di sebagian wilayah Indonesia.

Meski demikian, Presiden Jokowi memastikan pilkada serentak harus tetap dilakukan.

"Penyelenggaraan Pilkada harus tetap dilakukan, dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir, karena kita tidak tahu, dan negara mana pun tidak tahu kapan pandemi ini berakhir", ujar Jokowi saat memberikan pengarahan di saat rapat terbatas (8/9).

Pelaksanaan Pilkada serentak harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, baik itu saat kampanye, maupun pemilihan langsung. 

Ia memerintahkan jajaran bawahannya untuk terus aktif mengingatkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan. 

"Oleh karena itu penyelenggaraan Pilkada harus dilakukan dengan normal baru dengan cara baru", ungkapnya.
 

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:22
WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.689 ORANG: 1.220 SEMBUH, 153 MENINGGAL DUNIA, 316 DALAM PERAWATAN   MENLU RETNO MARSUDI TEKANKAN POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF DI DEPAN MENLU AS MIKE POMPEO   BAKAMLA TANGKAP 2 KAPAL IKAN VIETNAM DI LAUT NATUNA   KUOTA WISATAWAN GUNUNG BROMO, JAWA TIMUR, PENUH HINGGA AKHIR OKTOBER 2020   JALUR PENDAKIAN GUNUNG SUMBING VIA BUTUH KALIANGKRIK, MAGELANG, TETAP BUKA PADA LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER 2020   BNPB SEBUT PENGUNGSI AKIBAT BANJIR DI CILACAP, JATENG, BERTAMBAH MENJADI 613 JIWA   BPBD CIANJUR, JABAR, INGATKAN PENGGUNA JALAN DI SEPANJANG JALUR PUNCAK SOAL POTENSI POHON TUMBANG SERTA LONGSOR   TERHITUNG 26-29 OKTOBER 2020, 168.653 KENDARAAN LINTASI TOL CIKOPO-PALIMANAN (CIPALI)   TAK BERMASKER, PULUHAN WISATAWAN DI PUNCAK CIANJUR TERKENA OPERASI YUSTISI   PEMPROV JABAR SIAPKAN 54 TITIK PEMERIKSAAN TES CEPAT KORONA BAGI WISATAWAN SECARA ACAK GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   PEMPROV JAWA BARAT SIAPKAN 26.700 TES CEPAT KORONA BAGI WISATAWAN YANG BERWISATA DI JABAR DALAM PEKAN INI   PREDIKSI PUNCAK ARUS BALIK PADA 1 NOVEMBER 2020, MENHUB MINTA PEMUDIK PULANG LEBIH AWAL   BKN SEBUT PESERTA CPNS 2019 YANG DINYATAKAN TIDAK LULUS DAPAT AJUKAN SANGGAHAN KE PORTAL SSCN   TERSANGKA PENYUAP MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI, HIENDRA SOENJOTO, DITAHAN KPK SELAMA 20 HARI KE DEPAN