Kompas TV nasional berita kompas tv

Gelar Perkara Pengusutan Kasus Dugaan Suap Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki

Selasa, 8 September 2020 | 12:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Kejaksaan Agung akan menggelar ekspose atau gelar perkara, pengusutan kasus dugaan suap yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, hari ini (08/09).

Kejaksaan Agung akan menyampaikan hasil penyidikan Jaksa Pinangki yang telah masuk tahap satu, atau sudah selesai, sebelum dilanjutkan ke tahap penuntutan.

Senin kemarin (07/09), Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, mendatangi Gedung KPK untuk menyampaikan undangan gelar perkara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain KPK, Bareskrim Polri dan pihak dari Kementerian Hukum dan HAM juga diundang.

Jumat lalu, KPK telah menerbitkan surat perintah supervisi dugaan suap yang melibatkan Djoko Tjandra dan Pinangki  baik yang ditangani Kejaksaan Agung maupun Polri.

Di tengah sorotan publik, jaksa dan polisi mempercepat berkas kasus-kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa dan polisi.

Komisi Pemberantasan Korupsi pun turun tangan melakukan supervisi kasus Djoko Tjandra


Disorot publik, selama 2 bulan, akhirnya 2 berkas kasus Djoko Tjandra sampai ke tangan jaksa Kejaksaan Agung
Dua berkas kasus, yakni suap hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice interpol, serta surat jalan buat Djoko Tjandra lalu lalang Jakarta-Pontianak, dilimpahkan ke kejaksaan pekan lalu.

Satu berkas lagi yang ditangani jaksa agung muda pidana khusus Kejaksaan Agung sudah sampai ke tangan jaksa peneliti, sebelum dibuat penuntutan.

Yang dimaksud Jampidsus Ali Mukartono adalah kasus suap penerbitan fatwa Mahkamah Agung buat Djoko Tjandra, yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya, politikus partai Nasdem.

Jaksa pinangki dan Djoko Tjandra sudah bolak-balik diperiksa jaksa penyidik. Pun Jaksa Pinangki sudah dipidana dengan pasal pencucian uang.

Namun, masih ada yang kurang. Yakni saksi kunci penghubung pinangki dan Djoko Tjandra saat masih jadi buronan Kasus Hak Tagih Bank Bali. Isunya, sang penghubung, yaitu Ipar Djoko Tjandra meninggal.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Cerita Rasa

Bakso Pizza!! Baru Tau kan Cobain yuuk!

Selasa, 26 Januari 2021 | 19:02 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:07
KEMENDIKBUD: TALENTA DIGITAL DUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL   DINAS KESEHATAN: SEBANYAK 1.434 PASIEN COVID-19 DIRAWAT DI RS RUJUKAN KOTA BEKASI MAYORITAS BER-KTP LUAR DAERAH    MENLU: SEPANJANG 2020, PEMERINTAH TELAH PULANGKAN 589 ABK WNI YANG ALAMI MASALAH DI KAPAL TIONGKOK    DVI POLRI: 2 JENAZAH KORBAN SRIWIJAYA AIR SJ-182 ASAL LAMPUNG TERIDENTIFIKASI   WAPRES HARAP DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (DSN-MUI) AKTIF DORONG PENGEMBANGAN EKONOMI   WAPRES MA'RUF AMIN: MANFAATKAN POTENSI WAKAF UNTUK PROGRAM PROFAKIR MISKIN   PEMPROV PAPUA IMBAU MASYARAKAT TIDAK TERPROVOKASI ISU RASISME    SATGAS COVID-19 PERBOLEHKAN PENUMPANG KERETA API JARAK JAUH DI PULAU JAWA GUNAKAN GENOZE UNTUK TES KORONA   WAKIL BUPATI BANTUL ABDUL HALIM MUSLIH POSITIF COVID-19   MENLU RETNO MARSUDI: VAKSINASI WNI DI LUAR NEGERI MENGACU KEBIJAKAN NEGARA SETEMPAT   MENLU: PEMERINTAH BERUPAYA MAKSIMAL DALAM KASUS HILANGNYA WNI RUTH SITEPU DI MALAYSIA   JAKSA AGUNG: PEMBENTUKAN JAKSA AGUNG MUDA BIDANG PIDANA MILITER TINGGAL TUNGGU TANDA TANGAN PRESIDEN   PRESIDEN JOKOWI DIJADWALKAN TERIMA SUNTIKAN KEDUA VAKSIN COVID-19 BESOK   POLISI TETAPKAN EMPAT TERSANGKA DALAM KASUS PENJUALAN KOSMETIK ILEGAL DI MAKASSAR