Kompas TV nasional berita kompas tv

Mutasi Virus Corona D614G Semakin Dominan, Riset Vaksin Terus Dikembangkan

Kamis, 3 September 2020 | 14:22 WIB

Penulis : Aleksandra Nugroho

KOMPAS.TV - Sejak bulan Januari, para peneliti dunia menemukan, bahwa virus SARS-COV2, penyebab pandemi Covid-19, ternyata mampu bermutasi.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah mutasi protein pada permukaan virus, yang dinamai D614G, karena semakin dominan ditemukan di seluruh dunia.

Peneliti di Tanah Air pun menemukan variasi virus ini, di Surabaya, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Benarkah mutasi ini, membuat virus jadi lebih ganas, mematikan, atau lebih mudah menular?

Sejak awal pandemi Covid-19, para peneliti dunia sudah menduga, virus SARS-COV2 adalah virus yang pintar.

Ia diduga mampu bermutasi, atau mengubah informasi genetiknya, agar bisa tetap bertahan hidup.

Salah satu yang tengah disorot, adalah mutasi virus D614G, karena diduga punya kemampuan menyebar dengan cepat.

Mutan ini semakin menghebohkan dunia, setelah otoritas kesehatan Malaysia menyebutnya 10 kali lebih infeksius dari jenis Virus SARS-COV2 yang berasal dari Wuhan.

Dilaporkan pertama kali di Jerman dan Tiongkok pada Januari 2020, yang berubah pada mutan varian D614G ini, adalah protein pada permukaan virus, yang digunakan untuk menempel pada sel inang, dan menginfeksinya.

Penelitian terbaru memaparkan, bukti bahwa mutan D614G ini, semakin banyak ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tim Peneliti Universitas Airlangga Surabaya, menemukan mutasi virus varian baru ini, di antara sampel pasien positif Covid-19 Surabaya.

Unair juga bahkan menemukan mutasi lain, yang belum banyak dilaporkan.

Ternyata mutasi D614G ini, juga ditemukan oleh tim peneliti Universitas Gadjah Mada, dari sampel pasien asal Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Diduga, mutasi D614G ini masuk ke Indonesia sejak bulan April.

Tapi, apakah benar, mutasi ini bisa memicu penularan yang lebih luas, atau memperberat penyakit? Ini juga jadi perdebatan hangat para ilmuwan.

Masyarakat pun diminta untuk tidak panik.

Kunci paling utama, adalah mencegah laju penularan dengan disiplin protokol kesehatan.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x