Kompas TV nasional politik

Pengamat: Potensi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Besar, Asumsi 4,5 Hingga 5,5 Persen Masih Konservatif

Jumat, 14 Agustus 2020 | 17:54 WIB
pengamat-potensi-pertumbuhan-ekonomi-2021-besar-asumsi-4-5-hingga-5-5-persen-masih-konservatif
Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020). (Sumber: ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO)

JAKARTA, KOMPASTV – Direktur riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai asumsi pertumbuhan ekonomi 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021 masih konservatif.

Menurutnya target yang dibuat pemerintah sepenuhnya masih tergantung pada penanganan wabah Covid-19. Padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 berpotensi tumbuh besar.

Piter memberi simulasi, jika output pada 2019 dipasang 100 dengan target pertumbuhan di angka 5 maka pada 2020 output menjadi 105. Namun karena pendemi output yang tadinya 105 turun 98 walaupun output 105 bisa dicapai.

Baca Juga: Pidato Lengkap Jokowi soal Nota Keuangan dan RAPBN 2021

Sebaliknya jika di tahun 2021 memasang output 105 sama seperti tahun 2020, maka seharusnya angka pertumbuhun bisa mencapai angka 6 hingga 7 persen.

“Potensi Indonesia untuk tumbuh di tahun 2021 besar dan asumsi 4,5 hingga 5,5 persen bukanlah suatu prestasi,” ujar Piter Abdullah saat dihubungi KompasTV, Jumat (14/8/2020).

Piter menambahkan, potensi pertumbuhan ekonomi yang besar di tahun 2021 bisa dicapai dengan memaksimalkan penanganan wabah, kemudian mempersiapkan program yang cepat dan tepat hingga memberi ruang kepada dunia usaha sebelum bangkrut di tahun 2020.

Editor : Johannes Mangihot

1
2
3



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:28
PT PHAPROS EKSPOR OBAT ANTIBIOTIK, KORTIKOSTEROID, MAG KE AFGHANISTAN DAN MYANMAR SENILAI RP 1,8 MILIAR   MENRISTEK/KEPALA BRIN BAMBANG BRODJONEGORO: SEKALI SUNTIKAN VAKSIN KORONA TIDAK UNTUK SEUMUR HIDUP   SATGAS COVID-19 MINTA PENYELENGGARA WISATA TERAPKAN 50% KAPASITAS PENGUNJUNG JELANG LIBUR PANJANG AKHIR BULAN   BAPEMPERDA DPRD DKI SEBUT PELAKSANAAN PERDA PENANGANAN COVID-19 SETELAH ADANYA PERGUB YANG LEBIH TERPERINCI   DIPANGGIL DPRD DKI JAKARTA UNTUK JELASKAN LONGSOR DI CIGANJUR, PENGEMBANG MELATI RESIDENCE TAK HADIR   SEBANYAK 1.000 PERSONEL TNI-POLRI DISIAGAKAN AMANKAN PERTEMUAN PRESIDEN JOKOWI DAN PM JEPANG DI ISTANA BOGOR   SORE INI, PRESIDEN JOKOWI DAN PM JEPANG SUGA YOSHIHIDE BERTEMU DI ISTANA KEPRESIDENAN BOGOR   KPAI AWASI PELIBATAN ANAK DALAM UNJUK RASA TOLAK UU CIPTA KERJA   BKN: PESERTA CPNS 2019 YANG LULUS TAPI TERLIBAT PARPOL DAN POLITIK PRAKTIS OTOMATIS GUGUR   BKN: PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CPNS FORMASI 2019 DILAKSANAKAN PADA 30 OKTOBER 2020   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: PIDANAKAN OKNUM KPU-BAWASLU YANG TAK NETRAL DALAM PILKADA   MENDAGRI MINTA KPU DAN BAWASLU DI TINGKAT PUSAT DAN DAERAH UNTUK BERSIKAP NETRAL PADA PILKADA 2020   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MENILAI MASKER YANG DITEMPEL GAMBAR WAJAH PASLON LEBIH EFEKTIF DARIPADA BALIHO   SURVEI LITBANG KOMPAS SETAHUN JOKOWI-MA'RUF DILAKUKAN TERHADAP 529 RESPONDEN PADA 14-16 OKTOBER 2020