Kompas TV TALKSHOW rosi

Alasan Pemerintah Datangkan Tenaga Kerja Asing Asal China - ROSI

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 20:58 WIB

KOMPAS.TV - Masuknya TKA asal Tiongkok menimbulkan reaksi negatif, terlebih kedatangan mereka di tengah masa pandemi dimana banyak pekerja lokal mengalami pemutusan kerja.

Merespon hal ini, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan tidak ada yang salah dengan persepsi tersebut, karena hal itu menunjukan kepedulian masyarakat agar pemerintah memperluas kesempatan kerja.

Pemerintah melihat masuknya TKA menjadi upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi pekerja lokal.

Ida Fauziyah juga menambahkan mengapa TKA Tiongkok yang dipekerjakan untuk posisi dan sektor tertentu karena teknologi yang digunakan berbahasa Mandarin dan hanya bisa dioperasikan oleh mereka.

Namun, Menaker memastikan harus ada transfer of knowledge dari pekerja asing kepada pekerja lokal, agar ke depannya bisa dilanjutkan oleh pekerja lokal.

Selain itu Ida Fauziyah mengatakan bahwa keberadaan TKA di Indonesia hanyalah 4% dari total pekerja lokal,  dan keberadaan mereka di Indonesia, dibatasi oleh waktu maksimal selama satu tahun. Selain itu para TKA ini juga tidak dapat menempati posisi dan sektor tertentu.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan), Juliari Batubara (Menteri Sosial), dan Sis Apik Wijayanto (Direktur Hubungan Lembaga BNI) dalam Talkshow ROSI episode Diguncang Resesi, Kita Bisa Apa? Tayang 6 Agustus 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow

Editor : Novian Zainul Arifin



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:14
PANDEMI KORONA, PEMKAB PROBOLINGGO WAJIBKAN PABRIK SEDIAKAN RUMAH SEHAT   KPU USUL PERPPU BARU PILKADA ATUR KONSER KAMPANYE SECARA DARING   KEMENHUB SEBUT SANKSI BAGI PESEPEDA YANG LANGGAR ATURAN AKAN DITENTUKAN PEMDA   PEMKOT SURAKARTA RENOVASI BERTAHAP LAPANGAN PENDUKUNG UNTUK LATIHAN TIM PESERTA PIALA DUNIA U-20 PADA 2021   PEMKAB GARUT SIAPKAN PEMAKAMAN UMUM DI KAMPUNG SANTIONG UNTUK JENAZAH PASIEN POSITIF COVID-19   BEA CUKAI KANWIL BANTEN SITA 3,32 JUTA BATANG ROKOK ILEGAL   KOMISI X DPR: SEJARAH HARUS TETAP JADI MATA PELAJARAN WAJIB BAGI SISWA DI SEKOLAH   BKKBN APRESIASI PROGRAM INOVASI POSYANDU KELUARGA YANG DIMILIKI PEMPROV NUSA TENGGARA BARAT   PANDEMI KORONA, GUBERNUR JATIM SIAPKAN PEMBENTUKAN RUMAH SAKIT LAPANGAN DI MALANG   PEMPROV SUMSEL: JEMBATAN BAHTERA SRIWIJAYA MERUPAKAN INFRASTRUKTUR PENGHUBUNG PROVINSI SUMSEL DAN BABEL   PEMPROV SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG SEPAKATI LOKASI JEMBATAN BAHTERA SRIWIJAYA   KPU KALIMANTAN SELATAN INGATKAN PASLON PERKUAT KAMPANYE DARING   KPU MAMUJU, SULAWESI BARAT, MINTA MASYARAKAT PEMILIH TIDAK JUAL SUARA PADA PILKADA 2020   DORONG PENGEMBANGAN SAPI UNGGUL, MENTAN BERENCANA PERBANYAK BALAI EMBRIO