Perjalanan Panjang "Sang Penangkal" Virus Corona

Ekonomi dan bisnis | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:29 WIB

KOMPAS.TV - Satu-satunya solusi dari berakhirnya pandemi Covid-19 adalah vaksin.

Ilmuan dari berbagai negara sekarang sedang bekerja keras mencari satu-satunya obat yang bisa membunuh virus ini.

Tapi perjalanan vaksin, tak semudah itu.

Perjalanannya masih panjang.

Sehingga ketika belum ada vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh masyarakat dunia, artinya kita tetap harus waspada.

Vaksin sebenarnya adalah praktik pengobatan kuno yang sudah ditemukan pertama kali tahun 1700-an. Perjalanannya panjang sekali sampai benar-benar sempurna di tahun 1800-an.

Untuk menemukan vaksin sebuah penyakit, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Singkatnya ada 4 ini, cuma 4, tapi 1 tahap bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Tapi karena pandemi, ilmuan bekerja keras untuk menemukan vaksin lebih cepat, waktunya 12 sampai 18 bulan.

Sinovac, salah satu perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia.

Sudah di tahap 3, sekarang dilakukan di riibuan relawan di Brasil.

Agustus di Indonesia dan ada juga di Bangladesh.

Kalau Indonesia sukses uji klinis, maka Indonesia bisa dapat prioritas dari produsen.

Kalau oxford bekerja sama dengan Astrazeneca, memasuki tahap 3 di Brasil dan Afrika Selatan.

Sementara di rumahnya di inggris baru mau masuk tahap 3.

Bahkan nih kalau di Inggris mereka buat website untuk warga negara yang mau jadi relawan vaksin ini.

Yang terakhir moderna, perusahaan vaksin asal Amerika Serikat.

Perusahaan ini memakai teknologi berbasis MRNA.


TERBARU