> >

Moeldoko: Saya Orang yang Didaulat Memimpin Demokrat, Jangan Bawa-bawa Presiden

Cerita indonesia | 28 Maret 2021, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Moeldoko berbicara mengenai dirinya yang dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pribadinya @dr_moeldoko.

Dalam video tersebut, Moeldoko mengatakan terjadi kekisruhan dalam Partai Demokrat.

"Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat," ujar Moeldoko, Minggu (28/3/2021).

Moeldoko juga mengatakan telah terjadi pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat jelang Pemilu 2024. Pertarungan juga disebut dilakukan secara terstruktur.

"Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali, ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045," lanjut Moeldoko.

Moeldoko menyebut, apa yang kini dilakukan Partai Deomkrat versi KLB adalah upaya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia.

"Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat  di tubuh Demokrat, jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa," tambahnya.

"Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB," lanjutnya.

Moeldoko juga menyatakan kekisruhan yang terjadi di tubuh Partai Demokrat saat ini merupakan otoritas pribadinya, dan meminta semua pihak tidak mengaitkan masalah ini dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya juga khilaf, tidak memberitahu kepada istri dan keluarga. Saya terbiasa mengambil risiko seperti ini, demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, jangan bawa-bawa Presiden untuk persolan ini," pungkasnya.

Video editor: Febi

Baca Juga: Dinilai Sebagai Sejarah Partai, Demokrat Hasil KLB Gelar Pertemuan di Hambalang

Penulis : Laura-Elvina

Sumber : Kompas TV


TERBARU